Sabtu, 27 September 2014

pengalaman saya

Siang itu suasana di masjid terasa sangat sunyi, tidak seperti biasanya yang selalu ramai dengan lantunan ayat ayat al qur'an. sunyi bukan karena tiadanya santri di sana, tapi karena suara seorang ustadz yang sedang memarahi kami karena kami kurang lancar ketika mengulang hafalan kami. di antara kami tidak ada yang berani untuk bersuara karena memang berbeda suasananya kalau ustadz itu lagi marah. agak gimana gituu...
bemula dari satu hari sebelum kejadian itu. ada seorang santri sebut saja namanya hendra, dengan bangganya dia menyebarkan informasi bahwa malam ini akan ada pertandingan final champion. santripun dengan yakinya membuat rencana untuk menyaksikan pertandingan itu. padahal pertandingan itu baru mulai pukul 2 dini hari, tapi ya karena hobi hampir separuh santri keluar untuk menyaksikanya. keesokan harinya seperti biasa ustad yang bertugas ngajar hari itu datang. namun alangkah terkejutnya beliau ketika menyima'kan hafalan kami yang tidak lancar. yaa kami pasrah untuk di marahi. ketika ustad terebut memarahi kami saya merasa kecewa dan menyesal kepada diri saya, memang bahasa yang di lontarkan lembut tapi sangat menyakitkan.. 
ok, buat teman teman yang sedang menghafal atau kegiatan lainya... gunakan waktu anda sebaik mungkin. karena waktu yang telah barlalu tak kan mungkin datang kembali... tks brooo